Pernahkah kau melihat
Senyum di matanya, lekukan bibirnya, air mukanya bersenang?
Pernahkah kau melihat
Jemari tangannya, sendi, dan otot-ototnya menari?
Pernahkah kau melihat
isi hatinya?
Hati, pikiran.
Pikiran, hati.
Sedih, senang.
Senang, sedih.
Yang kau lihat, bukanlah yang kau lihat.
Lihatlah lebih dalam, dalam.
Sudahkah kau lihat?
Kegelapan mengerumuninya. Mengerumuni hatinya.
Hatimu, hatinya.
Jiwanya mati. Mukanya gembira.
Ironis. Namun ia bahagia sementara.
Sambil menunggu datangnya penyelamat.
No comments:
Post a Comment